Lama sekali untuk bisa membebaskan jemariku menari dengan lincahnya diatas keyboard, bukan karna jemari'ku yg terasa kaku namun pikir'ku yg telah pilu. Begitu banyak hal menghuni tanpa permisi disela-sela rongga otak'ku, bahkan terlalu liar untuk diusir apalagi sekedar diminta pergi.
Jangan pikir aku tidak bahagia, bukan itu maksud'ku. Justru inilah awal hari bahagia'ku tepatnya akhir tahun lalu dan sekarang aku sedang menikmati perjalanan menuju kebahagiaan yg lain (itu harapanku), hanya saja mungkin aku masih perlu banyak waktu untuk beradaptasi dengan sesuatu yg baru itu.
Tak terasa ini begitu ajaib, peranku sudah bertambah. ingat "bertambah" bukan "berubah". kalo dulu sekedar jadi seorang anak sekarang aku sudah jadi seorang istri, ya aku sudah punya suami. pastinya sih pilihan'ku bukan karena perjodohan atao paksa'an dan kuharap begitu pula dengan dirinya.
kalo kalian bertanya bagaimana perasaanku, tentu saja menyenangkan. hidup bersama dengan seseoarng yg kita sayang itu adalah anugerah, menghabiskan sepanjang waktu bersama, membangun mimpi dan harapan bersama semuanya tentang keindahan. dan sekarang akan ada kehidupan baru lagi ditengah kehidupanku bersamanya seorang buah hati dan tentu saja pernku bertambah lagi menjadi seoarang ibu. semakin berat tentu semakin menyenangkan (harusnya).
tapi menyedihkan saat tak ada lagi teman yang mampu ada untuk'ku berbagi cerita, bahkan dirinya juga begitu sibuk dengan pekerjaan. ya memang sih semua buat keluarga, buat aku dan anak'ku kelak. tapi terkadang aku butuh lebih dari sekedar nafkah, aku butuh sedikit waktu. untuk didengar, diperhatikan, dimanja. mungkin itu keinginan yang masih dalam batasan wajar. bukankah aku juga bekerja, tapi aku juga berusaha punya waktu untuk menemaninya atau mungkin untuk pergi sekedar jalan2 berdua. tapi saat waktu itu ada, dia telah lelah dan butuh istirahat dan aku harus mengalah untuk mengerti itu.
huft,,, ternyata jadi wanita itu memang sesuatu yang berat. kau tau wanita itu sesungguhnya makhluk yang hebat, insan yg kuat dan tak ada yg bisa menyangkal itu. bagaimana tidak sekalipun bekerja nyatanya ia masih harus bekerja dirumahnya sendiri. melayani suami, menjadi pendidik yg baik untuk anak2nya. menjadi majaer keuangan yang baik untuk keluarganya. bahkan terkadang menjadi dokter yg sabar untuk semua penghuni rumahnya. apapun itu aku tidak akan menyesal, karena memang ridak boleh aku menyesal. Tuhan begitu percaya menciptakan aku sebagai wanita. karena aku kuat dan aku juga hebat. jadi kamu yang disana berbangga hatilah menjadi seorang wanita. meski kalian merasa sering disakiti tapi Tuhan telah ciptakan perasaan yang jauh lebih tanggung sebagai tameng dari segala rasa sakit dan kecewa.
trimakasih Tuhan...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar